Minggu, 24 April 2016


Arti Penting Kreativitas Siswa Di Sekolah
oleh: Septi Tri Wahyuni

Majalah dinding merupakan majalah dalam bentuk sebuah papan yang ditempelkan di lokasi strategis di sekolah yang memang diperuntukan untuk menampung, memuat, menyajikan hasil karya siswa/i dalam bentuk tulisan ataupun gambar. Serta pengumuman-pengumuman, informasi-informasi yang tentunya sangat bermanfaat untuk para siswa/i dan warga sekolah lainnya.

Tidak hanya itu saja, majalah dinding di sekolah juga merupakan media bagi anggota sekolah untuk bertukar informasi, ilmu pengetahuan, dan kreativitas lain misalnya gambar, karikatur atau puisi. Majalah dinding merupakan langkah awal yang paling sederhana untuk mengembangkan minat dan bakat siswa/i yang berkitan dengan jurnalistik. Majalah sekolah dapat menjadikan sebagai ajang hiburan sekolah bagi para siswa/i, dan yang terpenting lagi adalah untuk menguji kreativitas siswa/I di sekolah.

Selain itu, bagi siswa/i yang merasa mempunyai suatu karya yang bagus ataupun yang dianggap pantas, karya-karya tersebut misalnya, puisis, cerpen, cerita lucu, wacana harian atau apapun itu, mereka bisa menggunakan majalah dinding sebagai pemeran sederhana. Bagi mereka para pembaca, dengan membaca ataupun sekedar melihat-melihat karya-karya yang ada tentunya akan menambah informasi yang mereka miliki.

Siswa/i juga dapat menumbuhkan kebiasaan membaca. Membaca akan menjadi luas bila kita senang membaca. Untuk itu, kegemaran membaca harus ditanamkan. Majalah dinding dapat tampil setiap saat tanpa dihadang oleh sejumlah kesulitan. Majalah dinding juga dapat diterbitkan oleh siapa saja dalam jangka waktu yang relatif bebas. Kalau pembacanya menghendaki, mading dapat ditampilkan setiap hari dengan materi tulisan yang bersifat aktual sesuai lingkungan. Apabila minat pembaca dan perhatian menulis masyarakat sedang-sedang saja, majalah dinding dapat diganti tiap bulan atau tiap-tiap minggu.

Majalah dinding bisa juga sebagai pengisi waktu bagi siswa/i yang tidak dapat mengisi waktu luangnya dengan baik. Kelebihan energinya dibuang percuma. Entah bercakap-cakap di tepi-tepi jalan, merokok, minum, membentuk "geng", mencoret-coretkan identitas "kelompoknya" dengan cat semprot di sembarang tempat dan masih banyak lagi yang lain. Semua itu sebenarnya dapat ditangguhkan dengan membaca majalah dinding ini, kemudian aktif menulis. Apabila kelebihan tenaga yang diboroskan itu digunakan untuk menulis dalam lembaran majalah dinding, tentu akan banyak bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan jiwanya. Di samping itu, tentu juga bermanfaat bagi pihak lain.

Majalah dinding juga bisa menjadikan sebagai pengukuran kecerdasan berpikir membaca majalah dinding, akan membangkitkan gairah untuk mencari bacaan lain lewat "umpan" yang disajikan dalam majalah dinding. Sangat mungkin sajian-sajian majalah dinding itu belum sepenuhnya memenuhi selera pembacanya. Hal ini akan menjadikan majalah dinding berperan sebagai perangsang bagi pembacanya untuk mencari bahan bacaan lain yang lebih lengkap. Kebiasaan membaca akan menambah pengetahuan pembaca dalam berbagai bidang. Semakin banyak membaca, pengetahuan siapa pun akan bertambah. Secara tidak langsung hal itu akan menjadi pendorong bertambahnya kecerdasan. Dengan demikian, jelaslah bahwa majalah dinding menjadi "terminal awal" yang dapat menjembatani lahirnya pengetahuan dan terbentuknya kecerdasan.

Majalah dinding juga dapat melatih kemampuan menulis bagi siswa/i di sekolah. Berawal dari senang menulis hal-hal yang sederhana, tidak mustahil seseorang menjadi terbuka wawasannya untuk lebih mengembangkan kesenangannya dalam bidang kepenulisan secara lebih profesional.

Setiap bulan tema pun biasanya berganti-ganti, tema-tema yang diambil biasanya bergantung pada moment-moment penting misalnya saja hari pahlawan, HUT RI, HUT sekolah, dan lain-lain. Selain disajikan dengan unik dan menarik, gaya bahasa dalam majalah dinding biasanya menggunakan gaya bahasa remaja, hal inilah yang menjadikan para siswa/i gemar membacanya.

Pembuatan dan pengelolaan majalah dinding sekolah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar banyak peminat untuk membaca majalah dinding yang sudah diterbitkan. Siswa/i maupun guru yang mengelola majalah dinding dilatih untuk bertanggungjawab atas tugas-tugas majalah dinding yang akan diterbitkan tepat pada waktunya. Pengelolaan majalah dinding diperlukan membuat satu organisasi untuk pembagian tugas. Karena dibutuhkan pembagian tugas yang adil agar tugas-tugas dapat terselesaikan dengan baik. Dalam pembuatan majalah dinding juga harus melalui beberapa tahap, seperti di bawah ini:

  1.       Menentukan waktu terbit
  2.     Tema dari majalah dinding akan diterbitkan
  3.     Survei dan wawancara
  4.     Mengumpualkan data yang ada
  5.     Menghias majalah dinding agar tampak menarik
  6.     Membuat ilustrasi
  7.       Merencakan untuk majalah dinding selanjutnya

Dalam hal ini siswa/i dapat berorganisasi menghadirkan selembar majalah dinding berarti mengorganisasikan sekelompok orang. Majalah dinding menuntun semua yang terlibat di dalamnya untuk berorganisasi. Majalah dinding adalah perwujudan kerja tim atau kerja kelompok yang perlu saling mematuhi kesepakatan, aturan yang telah ditetapkan, kedisiplinan diri, dan kesungguhan bekerja. Dengan menyiapkan majalah dinding, secara otomatis siapa saja akan menghayati arti organisasi dan langsung terkait dengan aktivitas di dalamnya. Majalah dinding akan membiasakan para penyelenggaranya menyiapkan perencanaan-perencanaan yang matang dalam tubuh organisasi sekelompok orang yang menjalin kerjasama antar bagian. Lewat kondisi yang demikian, maka secara langsung atau tidak majalah dinding menempatkan kekompakan kerja sebagai modal dasar setiap tumbuhnya organisasi.

Pada umumnya kegiatan siswa tidak pernah sepi dari kreativitas, misalnya olahraga, seni, keterampilan, permainan, dan tidak ketinggalan pula aktivitas ekspresi tulis. Lewat karya tulis akan tersalurkan dua macam manfaat yang bersifat timbal balik. Dari sisi penulis, majalah dinding adalah tempat untuk mencurahkan bermacam ide. Beragam gagasan, pikiran, dan cipta, bahkan fantasi yang mengiringi perkembangan jiwanya. Maka tepatlah apabila majalah dinding digunakan sebagai wadah curahan kreativitas siswa karena didukung oleh sifatnya yang mudah dilaksanakan dengan biaya yang terjangkau. Dari sisi lain, pembaca akan mendapatkan penyaluran yang berkaitan dengan keinginan, cita-cita, kecintaan, kerinduan, keprihatinan, dan berbagi pikiran lain yang tidak dapat disalurkannya sendiri. Dengan membaca tulisan-tulisan teman atau orang lain, terlepaslah ia dari berbagai gejolak yang ada dalam dirinya. Majalah dinding dapat menjadi tuangan aspirasi diri bagi pembaca yang telah dituliskan orang lain, dan menjadi sarana bersama penulisannya untuk berpendapat tentang sesuatu, berkeinginan, berkomentasi, berkomentar, berolok-olok, mengkritik, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Kreativitas dalam menemukan ide tulisan yang menggugah minat baca dan menyusunnya menjadi artikel yang menarik, kreativitas dalam menentukan tata isi majalah yang tidak membosankan, kreativitas mencari berita dan berbagai sumber dan kreativitas untuk senantiasa membaca buku, koran, majalah yang memuat tulisan yang bermanfaat. Hal itu tentunya akan sangat melatih siswa/i untuk menjadi jurnalis handal dimasa yang akan datang.

Selain keahlian jurnalistik, majalah dinding juga melatih siswa/i bagaimana bersosialisasi dan bekerjasama dengan rekan kerja. Karena majalah dinding tidaklah mungkin dikerjakan seorang diri, namun diperlukan pengurus atau staff redaksi yang dalam hal ini akan berperan menjadi sebuah tim dengan pembagian tugas yang terordinir. Dengan progam-progam kreatif OSIS siswa/i mampu mengembangkan kreativitas mereka, kemudian dapat dijadikan ajang kompetisi intelektual. Nah, nyatanya program-program tersebut dapat dijadikan sebagai sarana berlatih menulis, menciptakan karya-karya yang indah dan inspiratif.

Dalam beberapa jenis karir membutuhkan kecakapan yang tinggi dalam urusan tulis-menulis ini, misalnya saja wartawan, kolumnis, penulis, atau redaktur media massa. Dalam menghasilkan karya-karya yang bagus mereka berlatih menulis dalam waktu yang lama. Majalah dinding dapat dijadikan sebagai ajang berlatih untuk mereka yang berbakat dan tertarik dalam bidang tulis-menulis ataupun karang-mengarang tersebut. Latihan-latihan tersebut dapat menjadikan majalah dinding sebagai batu loncatan untuk mencapai kesuksesan.

Jadi intinya majalah dinding bukan hanya semata-mata hiasan atau pajangan di tembok-tembok sekolah saja, namun juga dapat dimaknakan sebagai wadah untuk menyalurkan hobi, mengembangkan bakat dan berbagai ilmu maupun informasi dan berbagai manfaat positif lainnya dapat kita peroleh dari hal kecil tersebut.

19 komentar: