Arti Penting Kreativitas Siswa Di Sekolaholeh: Septi Tri Wahyuni
Majalah
dinding merupakan majalah dalam bentuk sebuah papan yang ditempelkan di lokasi
strategis di sekolah yang memang diperuntukan untuk menampung, memuat,
menyajikan hasil karya siswa/i dalam bentuk tulisan ataupun gambar. Serta
pengumuman-pengumuman, informasi-informasi yang tentunya sangat bermanfaat
untuk para siswa/i dan warga sekolah lainnya.
Tidak
hanya itu saja, majalah dinding di sekolah juga merupakan media bagi anggota
sekolah untuk bertukar informasi, ilmu pengetahuan, dan kreativitas lain
misalnya gambar, karikatur atau puisi. Majalah dinding merupakan langkah awal
yang paling sederhana untuk mengembangkan minat dan bakat siswa/i yang berkitan
dengan jurnalistik. Majalah sekolah dapat menjadikan sebagai ajang hiburan
sekolah bagi para siswa/i, dan yang terpenting lagi adalah untuk menguji
kreativitas siswa/I di sekolah.
Selain
itu, bagi siswa/i yang merasa mempunyai suatu karya yang bagus ataupun yang
dianggap pantas, karya-karya tersebut misalnya, puisis, cerpen, cerita lucu,
wacana harian atau apapun itu, mereka bisa menggunakan majalah dinding sebagai
pemeran sederhana. Bagi mereka para pembaca, dengan membaca ataupun sekedar
melihat-melihat karya-karya yang ada tentunya akan menambah informasi yang
mereka miliki.
Siswa/i juga dapat menumbuhkan kebiasaan membaca. Membaca akan menjadi
luas bila kita senang membaca. Untuk itu, kegemaran membaca harus ditanamkan.
Majalah dinding dapat tampil setiap saat tanpa dihadang oleh sejumlah kesulitan.
Majalah dinding juga dapat diterbitkan oleh siapa saja dalam jangka waktu yang relatif bebas. Kalau pembacanya
menghendaki, mading dapat ditampilkan setiap hari dengan materi tulisan yang bersifat aktual
sesuai lingkungan. Apabila minat pembaca dan perhatian menulis masyarakat
sedang-sedang saja, majalah dinding dapat diganti tiap bulan atau tiap-tiap minggu.
Majalah dinding bisa juga sebagai pengisi
waktu bagi siswa/i yang
tidak dapat mengisi waktu luangnya dengan baik. Kelebihan energinya dibuang percuma. Entah bercakap-cakap di tepi-tepi jalan, merokok, minum, membentuk "geng",
mencoret-coretkan identitas "kelompoknya" dengan cat semprot di
sembarang tempat dan masih banyak lagi yang lain. Semua itu sebenarnya dapat
ditangguhkan dengan membaca majalah dinding ini, kemudian aktif menulis.
Apabila kelebihan tenaga yang diboroskan itu digunakan untuk menulis dalam
lembaran majalah dinding, tentu akan banyak bermanfaat bagi perkembangan dan
pertumbuhan jiwanya. Di
samping itu, tentu juga bermanfaat bagi pihak lain.
Majalah dinding juga bisa menjadikan sebagai
pengukuran kecerdasan berpikir membaca majalah dinding, akan membangkitkan gairah untuk mencari bacaan
lain lewat "umpan" yang disajikan dalam majalah dinding. Sangat
mungkin sajian-sajian majalah dinding itu belum sepenuhnya memenuhi selera
pembacanya. Hal ini akan menjadikan majalah dinding berperan sebagai perangsang
bagi pembacanya untuk mencari bahan bacaan lain yang lebih lengkap. Kebiasaan
membaca akan menambah pengetahuan pembaca dalam berbagai bidang. Semakin banyak
membaca, pengetahuan siapa pun akan bertambah. Secara tidak langsung hal itu
akan menjadi pendorong bertambahnya kecerdasan. Dengan demikian, jelaslah bahwa
majalah dinding menjadi "terminal awal" yang dapat menjembatani
lahirnya pengetahuan dan terbentuknya kecerdasan.
Majalah dinding juga dapat melatih kemampuan
menulis bagi siswa/i di sekolah. Berawal dari senang menulis hal-hal yang sederhana, tidak mustahil
seseorang menjadi terbuka wawasannya untuk lebih mengembangkan kesenangannya
dalam bidang kepenulisan secara lebih profesional.
Setiap
bulan tema pun biasanya berganti-ganti, tema-tema yang diambil biasanya
bergantung pada moment-moment penting misalnya saja hari pahlawan, HUT RI, HUT
sekolah, dan lain-lain. Selain disajikan dengan unik dan menarik, gaya bahasa
dalam majalah dinding biasanya menggunakan gaya bahasa remaja, hal inilah yang
menjadikan para siswa/i gemar membacanya.
Pembuatan
dan pengelolaan majalah dinding sekolah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh
agar banyak peminat untuk membaca majalah dinding yang sudah diterbitkan.
Siswa/i maupun guru yang mengelola majalah dinding dilatih untuk
bertanggungjawab atas tugas-tugas majalah dinding yang akan diterbitkan tepat
pada waktunya. Pengelolaan majalah dinding diperlukan membuat satu organisasi
untuk pembagian tugas. Karena dibutuhkan pembagian tugas yang adil agar
tugas-tugas dapat terselesaikan dengan baik. Dalam pembuatan majalah dinding
juga harus melalui beberapa tahap, seperti di bawah ini:
- Menentukan waktu terbit
- Tema dari majalah dinding akan diterbitkan
- Survei dan wawancara
- Mengumpualkan data yang ada
- Menghias majalah dinding agar tampak menarik
- Membuat ilustrasi
- Merencakan untuk majalah dinding selanjutnya